Get Adobe Flash player

Menu

Fanspage

Visitors

dreamweaver stats

Siswa SMAN 1 Kota Bima Fatin Yuniarti kelas  XII IPA 7, lahir di Bima, 26 Juni 1997 Jl.Ir. sutami No. 17 RT. 1 RW 1 Kel. Rabadompu Barat, Kec. Raba, Kota Bima, NTB. Fatin lahir dari pasangan Muhammad Natsir dan Nuraini, Hobbi  Menggambar, main gitar, kadang-kadang main biola. Cita-cita  Lulus Teknik Geologi UGM. Berhasil menyingkirkan teman-temannya se-provinsi NTB  dan Lolos sebagai wakil untuk mengikuti OSN Fisika Tingkat nasional yang akan di selenggarakan pada Bulan September di Mataram NTB

 

BERIKUT PERNYATAAN DARI FATIN YUNIARTI !

Olimpiade Sains Nasional atau yang biasa di sebut OSN, siapapun pasti tau bagaimana tingkat kesulitan soalnya yang sangat luar biasa membuat kepala pusing. Saya sudah mengikuti pembinaan Olimpiade Fisika sejak kelas VII di MTsN 1 Kota Bima dan melanjutkannya di SMA 1 Kota Bima hingga kelas XII sekarang. Menurut saya pribadi fisika itu sulit tetapi karna sedikit yang meminatinya, saya pun memutuskan untuk memilihnya dan pada akhirnya saya menyadari fisika itu menyenangkan meskipun sulit.

Sejak MTs saya sangat mengagumi kakak kelas yang pintar fisika, hal itulah yang memotivasi saya minimal bisa mengikuti jejak mereka dan berusaha untuk mencetak prestasi lebih baik dari mereka. Ketika masuk SMA 1 dan mengikuti pembinaan bersama pak Hasto Pancoro banyak hal yang saya beliau ajarkan, tidak hanya sekedar teori tetapi yang terpenting dorongan psikologis yang memacu saya untuk belajar, tidak minder, tidak sombong, dan yang terpenting yang beliau ajarkan yaitu tidak meremehkan lawan.

Pada tahun pertama saya di SMA satu yaitu kelas X, saya bersama 2 orang teman menjadi perwakilan sekolah untuk tingkat Kota Bima, saya merasa masih banyak kekurangan materi tetapi Alhamdulillah bisa memperoleh juara 2 Tk. Kota Bima. Kemudian juara 1-3 Kota Bima melanjutkan ke tingkat provinsi di Kota Mataram, NTB.

Persiapan demi persiapan saya lakukan, setiap hari membaca dan latihan soal dan sebagainya. Ketika mendekati hari keberangkatan ke provinsi saya benar-benar merasa sial karna dekat hari keberangkatan malah sakit gigi yang sakitnya kalian pasti tau sendiri lah tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk ke provinsi hanya karna sakit gigi jadi dengan ikhlas berangkat bersama obat-obatan. Ketika hari lomba pagi-pagi saya bersiap untuk minum obat sebelum ke ruangan, sungguh cobaan tiada henti saya tidak sadar obatnya habis dan dengan sangat terpaksa mengerjakan soal sebanyak 7 nomor essai yang sulitnya minta ampun selama 3,5 jam tanpa istirahat dengan sakit gigi yang nyut-nyutnya tidak ada kompromi. Di sisa 30 menit terakhir tes saya tertidur di ruangan dan sedikit malu karna ketika bangun di tertawai oleh pengawas.

Ketika kembali ke Kota Bima saya sadar saya tidak mungkin bisa lolos Nasional dengan keadaan seperti kemarin, sehingga saya tidak berharap sama sekali untuk bisa lolos saat itu dan berjanji dengan diri sendiri untuk berusaha lebih baik dan menembus nasional tahun selanjutnya.

Sejak hari itu saya terus rutin pembinaan dan berusaha lebih serius karna saya hanya mempunyai 1 kesempatan lagi untuk mengikuti OSN. Semakin mendekati bulan April semakin padat jadwal belajar, setiap malam saya terus latihan soal sampai benar-benar memenuhi teori yang sudah saya targetkan. Tak jarang karna terlalu asyik dengan soal saya tidak sadar sudah jam 12 malam. Ketika hari seleksi tingkat kota berlangsung saya merasa sudah cukup lebih baik dari tahun sebelumnya karna banyak teori yang sudah cukup saya kuasai dan Alhamdulillah dengan usaha dan do’a baik dari diri sendiri, orang tua, guru dll saya bisa memperoleh yang lebih baik dari tahun sebelumnya peringkat 1 tingkat Kota Bima.

Setelah lolos tingkat Kota saya sadar harus lebih lebih dan lebih belajar untuk bisa memenuhi passing grade di tingkat provinsi agar bisa lolos nasional. Tetapi, lagi dan lagi cobaan datang. Mendekati hari keberangkatan saya jatuh sakit, demam, batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Mungkin karna terlalu lelah sehingga saya sedikit mengurangi intensitas belajar karna khawatir semakin mendekati hari keberangkatan akan semakin parah. Hingga hari keberangkatanpun kesehatan sudah cukup membaik meskipun batuk pilek tak kunjung sembuh. Ketika hari lomba tiba saya dihadapkan dengan 7 soal essai seperti tahun lalu, soalnya sulit tetapi masih lebih baik dibanding tahun kemarin karna sudah ada peningkatan teori yang saya kuasai. Seusai lomba saya benar-benar berharap bisa tembus nasional sebagai duta NTB yang merupakan tuan rumah OSN 2014, hanya berdo’a yang bisa saya lakukan sampai menunggu pengumuman keluar.

Selama 2 minggu saya merasa sangat d gantung oleh pengumuman OSN tk. provinsi karna tidak ada kabar sama sekali, hingga pada tanggal 2 july 2014 saya melihat di internet telah d upload surat resmi pengumuman peserta OSP yang lolos nasional. Benar-benar bahagia, sujud syukur yang bisa saya lakukan ketika membaca nama saya tertera sebagai salah satu dari 96 peserta OSN 2014 bidang fisika. NTB memiliki 5 perwakilan untuk tk. nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 1-7 july 2014 di Lombok Raya hotel dan Garden Hotel, kota Mataram. Saya akan berusaha sebaik mungkin agar bisa memperoleh hasil yang baik di nasional nanti.

Dari segala hal yang saya alami, pada intinya jika kita berusaha, tidak pernah menyerah dan konsisten terhadap apa yang kita tekuni kita pasti bisa memperoleh apa yang kita inginkan sesuai dengan seberapa banyak kita berusaha dan berdo’a kepada Allah SWT. Serta meminta restu orang tua dan guru karna kesuksesan tidak akan pernah tercapai jika tidak ada restu orang tua dan guru.

Siswa SMAN 1 Kota Bima Atas n?ma Ervivan Qomariah Jauhari Kelas XI MIA 2, Lahir di Kota Bima Bahasa Dari Pasangan Mujadid Dan St. Aisyah. Putri kelahiran Dodu 17 Tahun Yang Lalu Akan bergabung Artikel Baru rekannya bahasa Dari seluruh provinsi melaksanakan Tugas iB Upacara HUT-RI ke-69 di Jakarta

Siswa SMAN 1 Kota Bima Ervina Qomariah Jauhari kelas XI MIA 2Jadi Duta PASKIBRAKA Nasional pada Upacara HUT RI ke-69 di Jakarta

Pada ajang lomba debat bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia di tingkat provinsi, SMAN 1 Kota Bima berhasil keluar sebagi juara II

Hari senin tanggal 2 September 2013 menjadi catatan sejarah bagi SMAN 1 Kota Bima, karena Kurikullum 2013 telah diberlakukan di , Kelas X terdiri dari 6 kelas IPA, 2 Kelas IPS dan 1 kelas Bahasa.

Slideshow